pendar cahaya dari balik dedahan
singgah ke bulu mata
berlari menghunjam ke tengah corona
menderai air mata
melelehi kerut merut pelipisnya yang kian renta
menetes dalam hening
tanah yang basah
adakah hatinya lebih subur?
fajarnya di timur sejak semula
dan tidurnya di barat dari dulu kala
cahaya maha cahaya
tak kuasa lagi mata ini
menatap nur alam raya
lilin-lilin pendoa
obor perempuan-perempuan desa
kunang-kunang di padang sabana
lampu-lampu menyala
menemani langkah menapaki jalanan kota.
(29 November 2012)
Thursday, November 29, 2012
Subscribe to:
Comments (Atom)
Kenanga yang Kau utus (11 Mei 2021- untuk Matias) Kukenang harimu bunga kembara mengarungi selat sunda lalu berkelana menyusuri ga...
-
Kenanga yang Kau utus (11 Mei 2021- untuk Matias) Kukenang harimu bunga kembara mengarungi selat sunda lalu berkelana menyusuri ga...
-
pendar cahaya dari balik dedahan singgah ke bulu mata berlari menghunjam ke tengah corona menderai air mata melelehi kerut merut pelipis...
-
kadang nafas ini kering sendiri berjalan menyusuri jalan-jalan kota dalam sesaknya asap knalpot jalan saja semua orang terus berjalan m...